[recent]

Friday, 29 September 2017

Selalu Membandingkan Pekerjaan Sendiri Dengan Pekerjaan Orang Lain?Berhentilah Dari Sekarang!


Pekerjaan adalah suatu hal yang primer bagi setiap orang. Karena dengan kita bekerja, maka kita bisa mendapatkan penghasilan dari hasil pekerjaan yang kita kerjakan. Namun, walaupun kita sudah memiliki pekerjaan yang tetap, dan penghasilan yang memadai, masih banyak dari kita yang tidak puas dengan pekerjaan kita sekarang. Alasannya sangatlah banyak, mulai dari sulitnya pekerjaan, gaji yang tidak cukup, bosan dengan pekerjaan yang ada, tidak menyukai pekerjaan yang ada, dan lain sebagainya.


Banyak sekali orang yang telah mendapatkan pekerjaan, selalu membanding-bandingkan pekerjaan sendiri dengan orang lain. Yang berujung pada menyalahkan pekerjaan yang kita jalani saat ini.

Jika kita telaah lebih dalam, ini adalah hal yang wajar yang dimiliki oleh manusia. Sifat manusia yang dimiliki oleh semua orang adalah, tidak pernah merasa puas. Semua merasa kekurangan.
Terus bagaimana cara menghentikan ini semua?
Sebenarnya sangatlah mudah. Semua orang bisa melakukannya, caranya yaitu dengan cara sadar akan diri sendiri. Sadar disaat ini berada dimana. Jangan terbawa pikiran-pikiran yang sifatnya masih halusinasi, dan tidak jelas kenyataannya, bahkan tidak pernah kejadian, karena semua hanya terjadi dikepala anda.

Setelah anda mampu menyadarinya, sekarang ketika anda mulai lagi dan lagi mencoba membandingkan pekerjaan anda dengan pekerjaan orang lain, maka bandingkan lah pekerjaan orang yang dibawah anda, bukan diatas anda. Selalulah melihat kebawah, bukan keatas. Tujuannya cuman satu, yaitu supaya anda dapat "BERSYUKUR".

Masih banyak orang yang sangat memerlukan pekerjaan diluar sana tapi tidak pernah dapat. Atau, pekerjaannya lebih melelahkan dan penghasilannya lebih kecil dari anda. Ketika anda melihat orang lain dan berkata "kok enak ya kerja kayak dia, gak bikin pusing ". Dan orang itu mrlihat anda juga dan berkata "coba saya bisa seperti dia, punya pekerjaan yang bagus, penghasilan ku pasti besar, gak seperti sekarang, capek".


Okey?? Sudah jelas dari contoh diatas??

Sebenarnya apa yang anda pikirkan dan posisikan ketika anda melihat pekerjaan orang lain, maka orang lainpun berpikiran demikian sama halnya seperti ini.

Sekali lagi, ini memang lumrahnya manusia, tapi jika anda dapat lebih bersyukur dan bersahabat dengan pekerjaan anda saat ini, maka anda akan bahagia dan lebih enjoy dalam menghadapi pekerjaan anda. Ingatlah kawan, sukses itu memang tidak nyaman prosesnya, tapi jika dilalui, keberhasilanlah yang didapat.

Layaknya ada suatu cerita yang pernah saya baca sebelumnya dan akan saya ceritakan dengan bahasa saya, semoga bermanfaat bagi anda.

Cerita ini  antara seorang Guru dan Seorang murid, ketika melihat suatu gunung. Coba simak cerita berikut ini:

Murid : Guru, gunung ini begitu indah, begitu hijau, dan sangat asri, ingin rasanya saya kesana untuk menikmati keindahaannya.

(Sang Guru Tersenyum)

Guru : Apakah kamu mau ikut denganku kegunung tersebut?Mari ikut denganku.

(Sontak saja sang murid sangat senang dan langsung mengiyakan ajakan sang Guru. Diperjalanan menuju puncak gunung, sang murid merasa lelah dan mengeluh sepanjang jalan)

Guru: Wahai muridku, bagaimana pendapatmu tentang gunung ini?

Murid: Gunung ini jelek guru, jalannya tidak rata, berbatu dan sangat licin, bolehkah kita berhenti saja disini untuk beristirahat? Aku sudah tidak kuat lagi.

Guru: (Sang Guru Tersenyum) Wahai Murid ku mari kita lanjutkan perjalanan kita, tinggal sedikit lagi kita mencapai puncaknya.

(Sang Guru dan Murid pun terus berjalan menuju arah puncak gunung, dan setibanya disana)

Guru : Wahai muridku, kita telah sampai dipuncak gunung ini, bagaimana perasaanmu?

Murid : Wah guru, aku dapat melihat pemandangan yang luar biasa indah dari sini, semua sangat terlihat hijau dan asri, gunung disebelah sana juga sangat elok dilihatnya, aku sangat senang, terimakasih Guru.

Guru : Inilah gambaran hidupmu dan gambaran hidup manusia. Setiap orang hanya mampu melihat keindahan yang dimiliki oleh orang lain, tanpa mampu melihat apa yang ada dibelakang keindahan itu sebelumnya.

Ketika kita sendiri yang menjalani untuk mencapai keindahan itu, maka banyak sekali keluh kesah yang kita keluarkan selama perjalanan. Tapi asalkan kita terus berjalan maka puncaj keindahan itu pun akan kita gapai dan dapatkan.
(Mendengarkan hal tersebut, sang murid pun menjadi sadar, dan berterimakasih kepada Sang Guru atas ajarannya).

Dari cerita diatas, semoga kita dapat terus bersyukur dan terus berjuang dalam menjalani kehidupan kita. Dengan bersyukur kita akan bahagia, karena dapat menerima keadaan kita dan tetap memperjuangkannya. Tapi jika kita menolak keadaan yang ada dan berputus asa, maka semua akan sulit untuk dijalani, hingga pencapaian yang anda inginkan sulit untuk dicapai.

Semoga cerita ini bermanfaaat.

This Is The Newest Post