[recent]

Monday, 12 June 2017

JANGAN SAMPAI SALAH MEMILIH FASILITAS KREDIT DI BANK. COBA PAHAMI BEBERAPA FASILITAS KREDIT BERIKUT INI

Tags


sumber foto:pixabay.com, inisiaci.blogspot.com dan punching.com
Anda seorang pengusaha dan sedang atau mau mengambil pinjaman kredit melalui Bank?
Keputusan anda berada untuk membaca artikel ini, sudah sangat tepat. Karena disini saya akan memberikan anda tips, agar tidak salah langkah dalam memilih fasilitas kredit di Bank. Jika anda salah pilih, hanya karena ketidaktahuan anda, atau banker yang menawarkan anda kredit masih baru, maka akan fatal akibatnya bagi kelangsungan kelancaran usaha anda. Bukannya untung, malah buntung.

Mungkin banyak orang yang berpikiran, "yang penting bisa menambah modal, apaun jenis fasilitasnya, yang penting pinjaman didapatkan". Jika hal ini yang anda dipikiran anda, maka buang jauh-jauh pikiran seperti itu. Itu adalah awal dari kesalahn fatal bagi anda nantinya. Nah, terus bagaimana cara memilih fasilita kredit di Bank dengan benar?

Di Bank terdapat beberapa jenis fasilitas kredit/pembiayaan. Dan yang saya jelaskan kali ini, adalah fasilitas kredit umum untuk penunjang modal usaha anda.

1. Kredit Modal Kerja
Kredit modal kerja, adalah kredit yang berbasis plafond sistem revolving. Fasilitas ini, dapat anda pakai dengan jumlah terserah anda, namun tidak melebihi plafond/limit yang diberikan. Dan plafond dari fasilitas ini tidak akan pernah habis, jika anda membayar kembali dana yang terdapat pada fasilitas ini, maka jumlah plafond akankembali seperti semula. 

Pada fasilitas ini pun, anda hanya ditagih bunga pemakaian setiap bulannya dan untuk pembayaran pokoknya, anda dapat bayarkan kapan saja, ketika anda mempunyai dana untuk membayarnya. Contohnya: Anda diberikan plafond oleh Bank dengan limit 1 Miliar. Dari limit plafond tersebut, anda hanya memakai sebesar 200 juta hingga akhir bulan dan pada saat itu sisa penarikan anda otomatis bersisa  sebesar  800 juta. Pada saat akhir bulan, anda hanya membayar bunga dari 200 juta saja. Dan ketika anda mempunyai dana untuk mengembalikan 200 juta tersebut, maka plafond/limit anda akan berubah kembali menjadi 1 Miliar. 

Kredit modal kerja ini, sangat cocok bagi anda, seorang pengusaha fast moving, seperti penjualan sembako, sparepart, bengkel, kendaraan, dan sebagainya.

2. Kredit Investasi
Kredit Investasi merupakan kredit yang bersifat angsuran, dimana anda mempunyai kewajiban dengan jumlah iuran yang pasti dan harus anda bayarkan setiap bulannya. Pembayaran angsuran, tergolong lebih besar kewajibannya bagi anda pengusaha, dikarenakan anda harus membayar bunga+pokok. Sedangkan pada kredit modal kerja, anda hanya membayar bunga saja untuk setiap bulannya.

Kredit ini sangat cocok untuk anda yang ingin membeli tempat usaha, seperti Ruko, Gudang, Pabrik dan lain-lain selain pembelian rumah. Kenapa rumah tidak dimasukan sebagai kategori kredit investasi?
Hal ini dikarenakan, umumnya kredit investasi merupakan kredit yang berbeda dengan KPR (Kredit Pemilikan Rumah). Dimana kredit invetasi, biasanya kredit untuk membeli aset namun digunakan untuk keperluan usaha. Dan lama angsurannya pun tergolong lebih cepat jika dibandingkan dengan KPR.

Kredit Investasi juga dapat dikatakan lebih murah dari KPR, hanya saja iuran perbulannya akan terlihat lebih besar jika dibandingkan KPR, namun lebih murah daripada KPR. 

Kredit Investasi dikatakan lebih mahal dikarenakan pada kredit investasi, lama angsuran tidak selama KPR atau jauh lebih pendek. Sehingga pembagian kewajiban/hutang setiap bulannya cenderung terlihat lebih besar. Dan untuk kredit investasi yang dikatakan lebih murah, dikarenakan pada KPR, cenderung diawal pembayaran pokok akan dibayarkan lebih kecil, namun dengan bunga yang sangat besar. Sedangkan pada kredit investasi, yang dibayarkan paling besar adalah pokok dari hutang, sehingga bunga yang ditanggung jauh lebih kecil. Makanya kredit investasi hanya cocok bagi pengusaha saja, yang memang selalu ingin mendapatkan modal/biaya serendah mungkin, dengan keuntungan sebanyak mungkin.

Namun, apakah kredit investasi dapat dijadikan sebagai kredit modal kerja?
Jawabannya adalah "Bisa"

Hanya saja, hal ini khusus untuk anda yang memang kuat secara cashflow usaha. Dan anda menginginkan pinjaman yang memang bisa menurun dan tersistem setiap bulannya. Sehingga secara tidak langsung anda menjadi tersistematis terhadap pembayaran hutang-hutang anda. Tidak semua pengusaha yang mengambil fasilitas kredit investasi sebagai bagian dari kredit modal kerja, hanya pengusaha-pengusaha tertentu saja yang berani melakukannya.

Jadi, bagi anda yang masih memerlukan kelonggaran dan keringanan dalam memperoleh dana dari Bank, maka saya sarankan untuk mengambil kredit modal kerja saja terlebih dahulu, agar usaha anda tidak terganggu dengan kewajiban yang tidak dapat anda tanggung setiap bulannya.

Sekian penjelasan dari saya mengenai cara memilih fasilitas pinjaman kredit di Bank. Semoga anda mempunyai gambaran-gambaran yang jelas, sebelum mengambil fasilitas kredit di Bank agar tidak salah memilih. Jika ada yang ingin ditanyakan, saya persilahkan untuk mengirim pertanyaan dikolom komentar.

Semoga artikel ini bermanfaat bagi anda dan kita semua.

Baca juga: